[MK Hadits Ahkam] Perkuliahan Perdana (Pengenalan Kitab Bulughul Maram, Bab-bab Pembahasan Ahkam, Najisnya Anjing)

Dosen Ust. Ibrahim Bafadhol, S.H.I., M.Pd.I.

Pertemuan tanggal 7 Maret 2013

Di antara poin-poin yang disampaikan oleh beliau adalah:

  • Rujukan yang akan dipakai dalam pembahasan Kuliah Hadits Ahkam adalah Kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar al-Asqolani. Kitab ini memiki kedudukan dan keistimewaan, sehingga banyak disyarah ulama dan dikaji diberbagai tempat. Di antara syarah Kitab Bulughul Maram yang terbaik adalah Kitab Subulussalam karya Muhammad bin Ismail ash-Shon’ani
  • Para ahli fikih selalau memulai pembahasan dengan bab Ibadah. Ibadah adalah bab yang terpenting dari kajian fiqih, karena ibadah adalah tujuan diciptakannya manusia. Sedangkan muamalah tujuannya adalah untuk mewujudkan ibadah.
  • Dan bab ibadah selalu dimulai dengan shalat. karena shalat tidak sah kecuali thaharah maka bab thaharoh (bersuci) didahulukan.
  • Dan bersuci yang dimaksud adalah dari dua hal yaitu dari najis dan hadats.
  • Bersuci dari hadats adalah dengan wudhu atau mandi. Sedangkan bersuci dari najis itu dengan air atau sesuatu yang menggantikan dengan air.

Sucinya bejana salah seorang dari kalian hendaknya dicuci dengan air tujuh kali dan yang pertamanya dengan tanah” (Dikeluarkan oleh Muslim)

Dari hadits ini mengandung beberapa hukum, di antaranya;

  1. Najisnya mulut anjing berdasarkan jumhur ulama.
    Apakah hanya mulutnya saja yang najis, atau juga seluruh tubuhnya najis? Dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama tetapi yang pendapat yang rajih  mengatakan bahwa seluruh tubuhnya adalah najis. Kenajisan seluruh tubuh anjing bisa ditinjau dari dua sisi (1) Dinajiskannya mulut dikarenakan jilatan air liurnya, dan air itu berasal dari dalam tubuhnya, jadi tubuhnya merupakan najis. (2) Mulut bagian yang paling terjaga, yang paling terjaga saja najis apalagi yang selainnnya
  2. Wajibnya mencuci tujuh kali bekas jilatan anjing.
  3. Wajibnya menggunakan tanah di awal kali pencucian.
    • Riwayat yang paling kuat yang disepakati oleh bukhori muslim adalah pada cucian yang pertama. Sedangkan riwayat yang lain yang mengatakan bolehnya di tengah atau di akhir adalah marjuh (dikalahkan) karena periwayatannya lemah.
    • Cucian dengan tanah tidak dihitung tujuh kali (jadi sebenarnya tindakan yang dilakukan adala delapan kali).
    • Tanah ini tidak bisa digantikan dengan yang lain (sabun, deterjen atau yang lainnya), wajib dengan tanah. Karena hal ini adalah ibadah, dan dalam masalah ibadah harus berdasarkan dalil dan tidak bisa menggunakan qiyas, tidak sebagaimana bab muamalah.
    • Hasil penelitian akhir-akhir ini bahwa kuman-kuman dalam air liur tidak bisa dimatikan dengan zat-zat yang lain kecuali dengan tanah. Ini adalah salah satu mukjizat.
  • Di antara hikmah dinajiskannya anjing
    • Dengan dinajiskannya anjing, maka kita diharamkannya untuk bergaul dan memakan anjing, sehingga kita diselamatkan/dijaga oleh Allah dari sesuatu yang najis dan kotor.
    • Anjing makhluk yang khobits (makhluk yang jelek, najis dan kotor) buktinya para malaikat tidak masuk rumah yang terdapat anjing

Pembahasan selengkapnya dan sesi tanya jawab silahkan download rekaman di sisi

atau bisa langsung mendengarkan melalui media berikut ini:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s